jump to navigation

SBY Buka Kesempatan PDIP-Golkar Koalisi dengan Demokrat


Jawa Pos, Rabu, 5 Agustus 2009

Parpol Lain Bisa Bergabung

JAKARTA – Kesempatan partai-partai politik nonkoalisi pendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono dalam kabinet mendatang makin terbuka. SBY menegaskan, selalu ada ruang kebersamaan yang lebih luas dengan parpol lain meski saat ini sudah ada koalisi yang terbangun pada pemilu presiden (pilpres) lalu.

”Koalisi yang sudah terbangun pada pilpres itu menjadi format utama sebenarnya menyangkut kebersamaan nanti, baik di kabinet maupun DPR. Meski demikian, selalu ada ruang untuk kebersamaan yang lebih luas lagi ke depan. Dengan catatan, semua harus dijamin keadilannya,” kata Presiden sekaligus Capres SBY di Taman Dalam Istana Presiden, Jakarta, kemarin (4/8).

Menurut dia, keadilan tersebut menjadi pertimbangan utama terhadap partai-partai yang berjuang bersama dalam koalisi. ”Andaikata ke depan ada kebersamaan yang lebih luas, tentu ditata. Sekali lagi, kuncinya betul-betul adil, dan ini sedang bergerak mengalir. Saya sangat terbuka terhadap pemikiran-pemikiran yang dapat mendatangkan kebaikan,” papar SBY.

Menjelang masa transisi pemerintahan, sinyal merapatnya parpol nonkoalisi ke SBY makin terlihat. Misalnya, sebagian fungsionaris DPP Partai Golkar yang ingin bergabung dalam kabinet. PDI Perjuangan juga membuka sinyal kemungkinan bergabung ke pemerintahan. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas memberikan sinyal adanya peluang partainya masuk kabinet. Suami capres Megawati Soekarnoputri itu juga memuji pidato pengantar nota keuangan RAPBN 2010 dengan menyebutnya sebagai anggaran yang prorakyat.

Soal detail struktur kabinet mendatang, SBY menganggap terlalu dini untuk dibicarakan. Apalagi sosok yang bakal menduduki kementerian tertentu. ”Apalagi kalau tiba-tiba bicara jatah-jatahan. Malu kepada rakyat, tidak baik,” tutur SBY. Dia berjanji, apabila resmi dilantik sebagai presiden kelak, dirinya akan membuat pertimbangan yang baik demi menjamin keadilan serta tercapainya tujuan.

Menurut SBY, pihaknya saat ini tengah mendengarkan berbagai pandangan dari banyak pihak terkait format kabinet mendatang. Dia mengakui, ada yang mengusulkan pembentukan kabinet kerja sehingga bisa bekerja dengan profesional. “Saya kira cocok dengan apa yang saya pikirkan juga,” kata capres yang diusung Koalisi Cikeas itu. SBY juga mendengarkan saran dari sebagian kalangan agar tidak terjadi dagang sapi dan didikte parpol yang mengusung jago-jagonya.

SBY menegaskan, sistem pemerintahan yang dianut Indonesia adalah presidensial, bukan parlementer. Sekalipun, sistem presidensial itu ditopang oleh demokrasi multipartai. Menurut dia, format ketatanegaraan itulah yang tidak cocok dan harus dicarikan solusi. ”Sebenarnya tidak klop benar antara kabinet presidensial dan demokrasi multipartai,” ujarnya.

SBY mengatakan, sebagai jalan tengah, kabinet presidensial harus memperhatikan stabilitas politik dengan mewadahi unsur atau representasi partai politik. Koalisi yang sama juga dilakukan di tingkat parlemen meskipun tidak setajam pada sistem kabinet parlementer, di mana harus ada the ruling party dan the opposition party. (sof/agm)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: